26/06/13

Ekonomi Manajerial








EKONOMI MANAJERIAL
Oleh   : Dede Hermawan
NPM :  0102000014

Pokok Bahasan  : Pandahuluan.
Tujuan Pembelajaran Umum   Mahasiswa diharapkan dapat mengenal ilmu ekonomi manajerial, yaitu ruang lingkup dan kaitannya dengan ilmu lain , serta permasalahan dalam perusahaan yang dapat dipecahkan dengan ekonomi manajerial.

1.1. Pengertian dan Ruang Lingkup Managerial
Ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari teori ekonomi terutama teori ekonomi mikro, serta berbagai alat dalam analisis dalam ilmu pengambilan keputusan bisnis dan administrati yaitu tentang bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan atau sasarannya dengan cara yang paling efisien. Masalah keputusan manajemen ini muncul karena di dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan, organisasi menghadapi kendala.

1.2. Hubungan Ekonomi Manajerial Dengan Ilmu Lain.
Sebagai terapan ilmu, ekonomi manajerial mempunyai kaitan yang erat dengan beberapa ilmu yang lain.  Kaitan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Teori ekonomi dalam pengambilan keputusan akan memberikan landasan teori untuk melakukan peramalan serta penjelasan perilaku ekonomi dengan menggunakan model-model. Teori ekonomi mikro teruatama berkaitan dengan teori perusahaanIlmu pengambilan keputusan menyadiakan berbagai macam alat seperti matematika, statistik, ekonometrika yang sangat berguna untuk penyusunan model serta estimasi keputusan, tentu saja dalam upaya pencapaian tujuan dengan cara yang paling efisien.
Berbagai area fungsional dari ilmu adimistratif dan Bisnis (Akuntansi, keuangan, pemasaran, MSDM serta Produksi) menyediakan analisis lingkungan bisnis di mana perusahaan beroperasi.




The Nature of Manajerial Economics




Add caption
 



































Sumber: Dominick Salvatore, Managerial Economics In Global Economy. Third Edition 1996 (hal: 4)

                                                                                               

1.2. Teori Perusahaan

Sasaran dan Nilai Perusahaan.

Pada dasarnya sasaran yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan adalah memaksimumkan laba sekarang atau dalam jangka pendek. Namun demikian ada kalanya perusahaan rela mengorbankan atau melepaskan laba jangka pendeknya untuk meningkatkan laba dalam jangka panjang. Jika laba perusahaan sama dengan nilai perusahaan maka secara singkat dapat dikatakan bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan.

Nilai perusahaan adalah nilai sekarang atau aliran kas suatu perusahaan yang diharapkan akan diterima pada masa yang akan datang. Nilai sekarang dari seluruh laba yang diharapkan pada masa yang akan datang:






PV : Present Value of all expected future laba (nilai sekarang dari seluruh laba

        yang diharapkan akan diterima pada masa yang akan datang.

pn  : Expected Laba at year n (laba yang diharapkian pada tahun ke – n. dan t sama dengan 1,2, 3,...sampai ke n

Nilai perusahaan

                                    TR = P.Q,

 


Kendala Perusahaan dan keterbatasan Teori


Dalam usahanya tesebut perusahaan menghadapi kendala. Kendala tersebut  muncul karena terbatasnya ketersediaan input yang esensial,  seperti perusahaan tidak dapat memperoleh seluruh bahan mentah khusus sebanyak  yang  dibutuhkan.

Adanya kendala mempersempit gerak perusahaan dalam upayanya mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan laba atau nilai perusahaan. Masalah ini selanjutnya disebut sebagai kendala optimasi.



1.3. Laba


Fungsi Laba.

Laba suatu perusahaan memberikan signal penting bagi perusahaan mengenai  realokasi sumberdaya dalam masyarakat, dimana hal tersebut mencerminkan perubahan kemampuan konsumen dan permintaan, dalam suatu waktu.



Laba Bisnis dan Laba Ekonomi


Business profit; penerimaan dikurangi dengan biaya eksplisit.

Biaya eksplisit yaitu biaya yang benar benar dikeluarkan untuk membeli atau meggaji input yang digunakan dalam proses produksi.

Laba ekonomi berarti penerimaan dikurangi dengan baik biaya eksplisit maupun biaya implisit.

Biaya implisit adalah nilai input yang dimiliki dan digunakan oleh perusaahaan dalam prosees produksi.

·         Gaji yang dapat diperoleh oleh pengusaha/pemilik yang dapat diperoleh dari  orang / pihak lain yang setara.

·         Pendapatan/return yang dapat diperoleh dari investasi modalnya, menyewakan tanahnya atau pendapatan dari input yang lain.

Laba ekonomi ini penting agar keputusan investasinya  benar.

Contoh:

  • Laba suatu perusahaan (secara akuntansi) dilaporkan sebesar Rp. 60 juta selama satu tahun.
  • Penghasilan pengusaha (enterpreneur)/gaji                                               Rp. 70 juta
  • Modal yang mungkin dipinjamkan kepada pihak lain                              Rp. 20 juta

Maka, laba ekonominnya = Rp. 60 juta – Rp.  70 juta – Rp. 20 juta =

-Rp. 30 juta (kerugian ekonomi)



Teori tentang  Laba.

1.      Risk-Bearing Theory of Profit

Laba ekonomi dibutuhkan oleh perusahaan untuk masuk dan bertahan dibeberapa bidang yang memiliki risiko di atas rata-rata.

2.      Frictional Theory of Profit

Laba timbul sebagai akibat dari gesekan atau gangguan dari keseimbangan jangka panjang.

3.      Monopoly Theory of Profit

Beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat membatasi  output dan mengenakan harga yang tinggi dibandingkan dengan harga pada pasar persaingan.

4.      Innovatioan Theory of Profit.

Laba ekonomi adalah imbalan karena pengenalan dari inovasi yang berhasil.

5.      Managerial Efficieny Theory of Profit.

Bila rata-rata perusahaan cenderung hanya memperoleh hasil normal dari investasi jangka panjang, perusahaan yang lebih efisien  dari rata rata perusahaan tersebut akan memperoleh laba ekonomi.



Latihan Soal:

1.      Ekonomi Manajerial merupakan penerapan teori ekonomi (terutama Teori ekonomi mikro) dan ilmu pengambilan keputusan untuk dunia bisnis. Titik berat pembahasannya adalah teori perusahaan dimana diasumsikan tujuan perusahaan dalam jangka pendek adalah memaksimumkan laba. Namun demikian orientasi pencapaian laba maksimum tersebut bergeser karena perusahaan menghadapi ketidakpastian dalam. Jangka panjang. Dalam jangka panjang tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan.

Memaksimumkan laba jangka pendek berbeda dengan memaksimumkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Jelaskan maksudnya.

2.      Jelaskan pengaruh faktor-faktor berikut terhadap nilai perusahaan:

                                                  i.      Tingkat inflasi meningkat.

                                                ii.      Pesaing baru masuk pasar.

                                              iii.      Tingkat bunga meningkat.

                                              iv.      Bagian produksi menemukan teknologi baru yang dapat menurunkan biaya produksi.

























SOAL NO.3

Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pemerintah Kota Bandung melakukan penelitian mengenai minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil estimasi dengan menggunakan software SPSS di peroleh Informasi sbb.

C = 8,034127 ; X1= - 0,015343 ; X2 = 0,001433 ; X3 = 1,203289 ; X4 = -0,555369

Dimana :

Y = Jumlah Siswa yang melanjutkan studi

X1 = Rata-rata biaya pendidikan persiswa pertahun (juta rupiah)

X2 = Nilai Upah Minimum (UMK) Kota Bandung (ratus ribu rupiah)

X3 = Rata-rata dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) persiswa (puluhan ribu rupiah)

Pertanyaan:

a.       Tentukan persamaan permintaan masyarakt untuk melanjutkan studi di Kota Bandung

b.      Pada tahun 2007 diketahui X1 = Rp 1,3 juta pertahun, X2= Rp 900.000, X3 = Rp 50.000, X4=8%, Hitung jumlah siswa yang melanjutkan studi di kota Bandung tahun 2007. Gambarkan Kurva Permintaannya

c.       Hitung elastisitas dari masing-masing variabel bebas ( independent variable )

d.      Jika pada tahun 2009, pemerintah ingin meningkatkaan jumlah siswa yang melanjutkan studi 10 persen dari jumlah siswa thaun 2007, tentukan beberapa besarnya rata-rata dana bantuan operasional sekolah ( bos) persiswa yang harus diberikan oleh pemerintah. Catatan: faktor-faktor lain ceteris paribu.

SOAL NO.4

Menurut John Smith. Manajer divisi marketing mobil chevrolet dari perusahaan GM ( General Motor ), estimasi fungsi permintaan mobil chevrolet adalah

Qc= 140.000-105PC+2000N+50 I+30PF-1000PG+3A

Dimana:

QC = Jumlah permintaan mobil chevrolet per tahun

PC = Harga mobil chevrolet, dalam dolar

N = Jumlah penduduk amerika serikat, dalam juta orang

I = Pendapatan per kapita rakyat amerika, dalam dolar

PF = Harga mobil Ford, dalam dolar

PG = Harga rill BBM, dalam sen dolar perliter

A = Pengeluaran untuk promosi, dalam dolar pertahun

Apabila diketahui PC =$ 9000, N= 200 juta orang, I = $ 10.000, PF = $ 8.000, PG = 80 sen dolar dan A=$200.00

Cari dan tentukan hal-hal sebagai berikut:

a.       Jumlah pembelian mobil chevrolet

b.      Koefisien elastistas dari setiap variable bebas beserta maknanya

c.       Persamaan dan kurva permintaan mobil chevrolet

d.      Dalam rangka meningkatkan pendapatan ( total revenue ), perusahaan menurunkan harga sebesar 5%, apakah kebijaksanaan tersebut cukup efektif? Mengapa? Jelaskan? Dengan bantuan kurva permintaan.

e.       Apabila diketahui kurva penawarannya adalah Qc = - 2.250.000+75 PC. Gambarkan posisi, harga dan kuantitas keseimbangan!

( Sumber: Dominic Salvatore, managerial economics, dengan modifikasi)

Jawaban Soal No.3

A) <!--[endif]-->Persamaan Permintaan

Y = 8,03412 – 0,01534.X1+0,00147.X2+1,20329.X3-0,55537.X4

B) Tahun 2007

X1 = Rp 1,3 Juta angka yang diambil angka (1,3) karena dalam satuan Juta

X2 = Rp 900.000 angka yang diambil angka (9) karena dalam satuan ratus ribu

X3 = 50.000 angka yang diambil angka (5) karena dalam satuan puluhan ribu

X4 = 8%

Y = 8,03412-0,01534(1,3)+0,00147(9)+1,2032(5)-0,55537(0,08)

Y = 13,99942

Kurva Permintaan

Y = 8,03412-0,01534.X1+0,00147(9)+1,2032(5)-0,55537(0,08)

Y = 14,01937 – 0,01534.X1


<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

<!--[if !supportLists]-->C) <!--[endif]-->Ex1 = -0,01534.(1,3) / 13,99942 = - 0,00142

Ex2 = 0,00147.(9) / 13,99942 = 0,00094

Ex3 = 1,20329(5) / 13,99942 = 0,42976

Ex4 = -0,55537(1,3) / 13,99942 = - 0,00317

<!--[if !supportLists]-->D) <!--[endif]-->Tahun 2009 ingin di tingkatkan 10% atau sebesar ( 1,399942 )

Atau besarnya kenaikan tahun 2009 adalah 13,99942+1,399942 = 15,399362

Besarnya dana BOS (X3) Jika faktor yang lain dianggap cateris-paribus (tetap) adalah …

Y = 8,03412 – 0,01534.X1+0,00147.X2+1,20329.X3-0,55537.X4

15,399362 = 8,03412-0,01534(1,3)+0,00147(9)+1,2032(X3)-0,55537(0,08)

15,399362 = 7,98298 + 1,20329.X3

X3 = (15,399362-7,98298)/ 1,20329

X3 = 6,16 (puluh ribu rupiah) = Rp 61.600



















SOAL NO.4

Menurut John Smith. Manajer divisi marketing mobil chevrolet dari perusahaan GM ( General Motor ), estimasi fungsi permintaan mobil chevrolet adalah

Qc= 140.000-105PC+2000N+50 I+30PF-1000PG+3A

Dimana:

QC = Jumlah permintaan mobil chevrolet per tahun

PC = Harga mobil chevrolet, dalam dolar

N = Jumlah penduduk amerika serikat, dalam juta orang

I = Pendapatan per kapita rakyat amerika, dalam dolar

PF = Harga mobil Ford, dalam dolar

PG = Harga rill BBM, dalam sen dolar perliter

A = Pengeluaran untuk promosi, dalam dolar pertahun

Apabila diketahui PC =$ 9000, N= 200 juta orang, I = $ 10.000, PF = $ 8.000, PG = 80 sen dolar dan A=$200.00

Cari dan tentukan hal-hal sebagai berikut:

a.       Jumlah pembelian mobil chevrolet

b.      Koefisien elastistas dari setiap variable bebas beserta maknanya

c.       Persamaan dan kurva permintaan mobil chevrolet

d.      Dalam rangka meningkatkan pendapatan ( total revenue ), perusahaan menurunkan harga sebesar 5%, apakah kebijaksanaan tersebut cukup efektif? Mengapa? Jelaskan? Dengan bantuan kurva permintaan.

e.       Apabila diketahui kurva penawarannya adalah Qc = - 2.250.000+75 PC. Gambarkan posisi, harga dan kuantitas keseimbangan!

( Sumber: Dominic Salvatore, managerial economics, dengan modifikasi)

JAWABAN SOAL NO.4

A) Qc = 140.000 -105.Pc + 2000.N + 50.I + 30.PF - 1000PG + 3A

Qc = 140.000 -105(9000) + 2000(200) + 50(10.000) + 30(8.000) – 1000(80) + 3(200.000)

Qc = 855.000

B)

EPC = -105(9000)/855.000 = -1.10526

EN = 2000(200)/855.000 = 0.467836

EI = 50(10.000)/855.000 = 0.58479

EPF = 30(8000)/855.000 = 0.28070

EPG = -1000(80)/855.000 = -0.093567

EA = 3(200.000)/855.000 = 0.701754

C) Qc = 140.000 -105.PC + 2000(200) + 50(10.000) + 30(8.000) – 1000(80) + 3(200.000)

Qc = 1.800.000 – 105.PC


D) <!--[endif]-->Harga di turunkan 5% dari $9000, atau turun sekitar $450, PC menjadi $8550

maka Qc = 1.800.000 – 105.PC

Qc = 1.800.000 – 105(8550) = 902.250


efektifkah?

E) Kurva penawaran Qc = -2.250.000 + 75.PC

harga dan kuantitas kesetimbangan kurva penawaran dan permintaan bisa didapat dengan cara eliminasi :

Qc = -2.250.000 + 75.PC

Qc = 1.800.000 – 105.PC

_____________________ (-)

0 = 4.050.000 – 180.PC

Maka PC = $ 22.500

Maka Qc = 1.800.000 – 105(22.500)= -562.500


SOAL NO.5

Hasi penelitian bulog jawa barat dengan menggunakan data selama kurun waktu 2003 (t=1) sampai dengan 2007 (t=5). Memperkirakan kebutuhan kedelai untuk penduduk jawa barat dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut.

St = 25,8+ 0,582.t

T statistik (5,935)

Koefisien determinasi (R2) =0,65

Pertanyaan:

a.       Berikan penjelasan mengenai persamaan regresi diatas (satuan dalam ribu ton)

b.      Berdasarkan hasil regresi tersebut beberapa besarnya kebutuhan kedete dijawa barat 2008 dan 2009

c.       Gambarkan tren untuk kebutuhan kedele di jawa barat.

JAWABAN SOAL NO.5

St = 25,8 + 0,582.t

a)

Tahun 2003, t = 1 maka St = 25,8 + 0,582(1) = 26,382

Tahun 2007, t = 5 maka St = 25,8 + 0,582(5) = 28,71

b)

Tahun 2008, t = 6 maka St = 25,8 + 0,582(6) = 29,292

Tahun 2009, t = 7 maka St = 25,8 + 0,582(7) = 29.874

c)




SOAL NO.6

Sebuah perusahaan angkutan telah memeperkirakan fungsi produksi Cobb-Douglas berdasarkan pengamatan bulanan selama dua tahun, sebagai berikut.

Ln Q = 2,303+0,42 Ln K+0,61 Ln L + 0,22 Ln G

Dimana:

Q = Jumlah km yang ditempuh bus

K = Jumlah bus yang dioperasikan

L =Jumlah pengemudi yang bekerja setiap hari

G = Jumlah bahan bakar yang digunakan

a.       Tuliskan kembali persamaan diatas dalam bentuk fungsi pangkat

b.      Hitung nila Q jika K= 200, L + 400 dan G = 4000

c.       Tentukan besarnya produksi marjinal K ( MPK). Produksi marjinal L ( MPL ) dan produksi marjinal G ( MPG ) pada K = 200, L = 400 dan G = 4000. apakah MPK, MPL, dan MPG memenuhi hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang?

d.      Hitung besarnya elastisitas output untuk K (EK) , elastisitas output untuk L ( EL ) dan elastisitas output untuk G ( EG ). Berapa banyak output akan meningkatkan jika K,L dan G meningkatkan secara proposional sebesar 10%?

JAWABAN SOAL NO.6

a)

Ln Q = 2,303 + 0,42.Ln.K+ 0,61.Ln.L + 0,22.Ln.G

Ln Q = Ln.A + 0,42.Ln.K+ 0,61.Ln.L + 0,22.Ln.G



, Ln A = 2,303 maka A=10



b) K= 200, L=400, G=4000


Q= 22.188,66

c)



MPK = 46,59



MPL = 33,816



MPG = 1,2

d)

EK = Alpha = 0,42 , input 10% kenaikan sebesar 4,2

EL = Beta= 0,61 , input 10% kenaikan sebesar 6,1

EG = Theta= 0,22 , input 10% kenaikan sebesar 2,2

Dexx Punya Cerita



25/06/13

MANUSIA SAJATINI KUDU PANCEUG KAYAKINANE

WIRID SALOKA JATI MEMAHAMI SEJATINING DIRI
  
WIRID SALOKA JATI; memahami jati diri  Jati digelar sebagai upaya para leluhur bangsa kita untuk menjabarkan keadaan jati diri kita. Sebagaimana kebiasaan leluhur nenek moyang kita, dengan tujuan agar supaya “kawruh lan ngelmu” lebih mudah dipahami para generasi penerus bangsa maka digunakanlah sanepa, saloka, kiasan, perumpamaan, dan perlambang.
        Dalam acara ritual atau upacara tradisi; perlambang, saloka, dan sanepa ini diwujudkan ke dalam ubo rampe atau syarat-syarat yang terdapat dalam sesaji. Serat ini menggelar arti dari kalimat kiasan (saloka), yakni perumpamaan mengenai suatu makna yang dimanifestasikan dalam bentuk peribahasa. Mulai dari eksistensi yang dicipta-Yang mencipta, eksistensi jiwa, sukma, hingga eksistensi akal budi. Yang akan meneguhkan keyakinan kepada Gusti Pengeran (Tuhan Yang Mahamulia). Peribahasa dalam terminologi Jawa sebagai “pasemon” atau kiasan. Kiasan diciptakan sebagai pisau analisa, di samping memberi kemudahan pemahaman akan suatu makna yang sangat dalam, rumit dicerna dan sulit dibayangkan dengan imajinasi akal-budi.
     Berikut ini saloka yang paling sering digunakan dalam berbagai wacana falsafah Kejawen.
Gigiring Punglu; Gigiring mimis; Merupakan perumpamaan akan ke-elokan Zat Tuhan. Yakni perumpamaan hidup kita, tanpa titik kiblat dan tanpa tempat, hanya berada di dalam hidup kita pribadi. Tambining Pucang; Menunjukkan ke-elokan Zat Tuhan, ke-ada-an Tuhan itu dibahasakan bukan laki-laki bukan perempuan atau kedua-duanya. Dan bukan apa-apa, seperti apa sifat sebenarnya, terproyeksikan dalam sifat sejatinya hidup kita pribadi.
 Wekasaning Langit; batas langit ; umpama batas jangkauan pancaran cahaya. Yakni pancaran cahaya kita. Sedangkan tiadanya batas jangkauan cahaya, menggambarkan keadaan sifat kita. Wekasaning Samodra tanpa tepi; berakhirnya samodra tiada bertepi; maksudnya ibarat batas akhir daya jangkauan rahsa atau rasa (sirr). Mengalir sampai ke dalam sejatinya warna kita. 
Galihing Kangkung; galih adalah bagian kayu yang keras atau intisari di dalam pohon) galihnya pohon kangkung (kosong); maksudnya, perumpamaan ke-ada-an sukma, yang merasuk ke dalam jasad kita. Ada namun tiada. Latu sakonang angasataken samodra; bara api setungku membuat surut air samodra. Menggambarkan keluarnya nafsu yang bersinggasana di dalam pancaindra, dapat membuat sirna segala kebaikan. 
 Peksi miber angungkuli langit; burung terbang melampaui langit. Menggambarkan kekuatan akal budi kita yang bersemayam di dalam penguasaan nafsu, namun sesungguhnya akal budi mampu mengalahkan nafsu. Baita amot samodra; perahu memuat samodra; baita atau perahu kiasan untuk badan kita, sedangkan samodra merupakan kiasan untuk hati kita. Secara fisik hati berada di dalam jasad. Tetapi secara substansi jasad lah yang lebih kecil dari hati. Angin katarik ing baita ; angin ditarik oleh perahu. Menggambarkan pemberhentian nafas kita dalam jasad, sedangkan keluarnya nafas dari dalam jasad kita pula. Dalam jagad besar, prinsip fisika merumuskan angin lah yang menarik atau mendorong perahu. Sebaliknya dalam jagad kecil, rumus biologis maka badan lan yang menarik angin. Ini menggambarkan prinsip imbal balik jagad besar dan jagad kecil. 
 Susuhing angin ; sarangnya angin. Menggambarkan terminal sirkulasi nafas kita berada dalam jantung. Bumi kapethak ing salebeting siti; bumi ditanam di dalam tanah. Menggambarkan asal muasal jasad kita berasal dari tanah, kelak pasti akan kembali (terkubur) menjadi tanah. Mendhet latu adadamar (mengambil bara sambil membawa api); atau latu wonten salebeting latu (bara di dalam bara); atau latu binesmi ing latu (bara terbakar oleh bara); menggambarkan badan kita berasal dari bara api, selalu mengeluarkan api, keadaan untuk menggambarkan sumber dan keluarnya hawa nafsu kita. Barat katiup angin; atau angin anginte prahara; angin tertiup angin. menggambarkan wahana yang menghidupkan badan kita berasal dari udara, selalu mengeluarkan udara, yakni nafas kita.

 Tirta kinum ing toya : (air tertelan oleh air), atau ngangsu rembatan toya (menimba dengan air); atau toya salebeting toya (air di dalam air); menggambarkan badan kita berasal dari air, selalu dialiri dan mengalirkan air, maksudnya darah kita. Srengenge pinepe, atau kaca angemu srengenge; matahari terjemur, kaca mengandung matahari; artinya bahwa adanya cahaya karena sinar dari sang surya. Surya itu sendiri berada di dalam cahaya. Hal ini menggambarkan keadaan indera mata atau netra kita ; mata itu seperti matahari, namun mata dapat melihat karena selalu disinari oleh sang surya. 
Wiji wonten salabeting wit : (biji berada dalam pohon); dan wit wonten salebeting wiji (pohon berada di dalam biji) ; dinamakan pula “peleburan papan tulis”. Menggambarkan keadaan bahwa ZAT Tuhan berada dalam wahana makhluk, dan makhluk berada dalam wahana Tuhan (Jumbuhing kawula-Gusti). 
Kakang barep adhine wuragil ; kakaknya sulung, adiknya bungsu. Menggambarkan martabat insan kamil, keadaan sejatinya diri kita. Hakekat kehidupan kita sebagai “akhiran” dan sekaligus sebagai “awalan”. Pada saat manusia lahir dari rahim ibu merupakan awal kehidupannya di dunia, sekaligus akhir dari sebuah proses triwikrama atau tiga kali menitisnya “Dewa Wisnu” menjadi manusia melewati 4 zaman; kertayuga, tirtayuga, dwaparayuga, kaliyuga/mercapadha/bumi. Sedangkan ajal, merupakan akhir dari kehidupan (dunia), namun ajal merupakan awal dari kehidupan baru yang sejati, azali abadi. Busana kencana retna boten boseni, atau busana wrasta tanpa seret. Gambaran jasad yang dibungkus kulit sebagai “busana”. Kita tidak pernah bosan biarpun tidak pernah ganti “busana” atau kulit kita. Kulit merupakan “busana” pelindung dari tubuh kita. Tugu manik ing samodra ; menggambarkan daya cipta yang terus menerus berporos hingga pelupuk mata. Daya cipta akal budi manusia jangkauannya umpama luasnya samodra namun konsentrasinya terfokus pada mata batin. Sawanganing samodra retna; pemandangan intan samodra. Menggambarkan pintu pembuka kepada keadaan Tuhan. Tabir pembuka hakekat Zat. Yakni “babahan hawa sanga” atau sembilan titik yang terdapat di dalam diri manusia sebagai penghubung kepada Zat Maha Kuasa. Disebut juga kori selamatangkeb; melar-mingkupnya maras atau membuka-menutupnya mulut). Samodra winotan kilat ; samodra berjembatan kilat. Dalam Islam disebut jembatan “siratal mustaqim”. Menggambarkan pesatnya yatma sampai pada ngabyantaraning Hyang Widhi. Adapula yang mengartikan “jembatan kilat”, sebagai perlambang keluarnya ucapan mulut manusia. Bale tawang gantungan ; rumah atau tempatnya langit bergantung. Dalam terminologi Islam disebut arsy atau aras kursi atau kursi kekuasaan Tuhan. Namun bukan dibayangkan sebagai singgasana yang diduduki Tuhan bertempat di atas langit (ke 7), imajinasi demikian justru memberhalakan Tuhan sebagaimana makhlukNya saja. Dalam konteks ini, aras atau tawang gantungan adalah perumpamaan kekuasaan, yang menjadi “wajah” Tuhan. Hakekatnya sebagai “balai sidang” Zat, keberadaannya di dalam kepala dan dada. Sedangkan kursi, atau dilambangkan bale, merupakan perumpamaan singgasana (palenggahan) Zat. Letaknya ada di otak dan jantung. Singkatnya, kepala dan dada sebagai tawang gantungan, sedangkan otak dan jantung sebagai bale-nya. Wiji tuwuh ing sela; biji tumbuh di atas batu. Dalam termonologi Islam diistilahkan laufhulmahfudz loh-kalam. Loh/laufhul itu artinya papan atau tempat, sedangkan al makhfudz berarti dijaga/kareksa. Maknanya adalah tempat yang selalu dijaga Tuhann. Yakni hakekat dari “sifat” Zat yang terletak di dalam jasad yang selalu dijaga “malaikat” Kariban. Malaikat merupakan perlambang dari nur suci (nurullah) atau cahyo sejati. Cahyo sejati menjadi pelita bagi rasa sejati atau sirr. Sedangkan loh-kalam artinya bayangan atau angan-angan Zat letaknya di dalam budi, tumbuhnya angan-angan, dijaga oleh malaikat Katiban. Malaikat katiban adalah pralambang dari sukma sejati yang selalu menjaga budi agar tidak mengikuti nafsu. Tengahing arah; titik tengahnya arah. Ibarat mijan atau traju. Yakni ujung dari sebuah senjata tajam. Menggambarkan hakekat dari neraca (alat penimbang) Zat. Traju terletak pada instrumen pancaindra yakni; netra (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (pembauan), lidah dan kulit (perasa). Dalam pewayangan dilambangkan sebagai Pendawa Lima; Yudhistira, Bima/Werkudara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Makna untuk menggambarkan panimbang (alat penimbang) hidup kita yang berada pada pancaindra. Katingal pisah ; terkesan pisah. Menggambarkan keadaan antara Zat (Pencipta) dengan sifatnya (makhluk) seolah-olah terpisah. Sejatinya antara Zat dengan sifat tak dapat dipisahkan. Sebab biji dapat tumbuh tanpa cangkok. Sebaliknya cangkok tidak tumbuh bila tanpa biji. Biji menggambarkan eksistensi Tuhan, sedangkan cangkok menggambarkan eksistensi manusia. Kiasan ini menggambarkan hubungan antara kawula dengan Gusti. Walaupun seolah eksis sendiri-sendiri, namun sesungguhnya manunggal tak terpisahkan dalam pengertian “dwi tunggal” (loroning atunggil). Katingal boten pisah; tampak tidak terpisah. Menggambarkan solah dan bawa. Solah adalah gerak-gerik badan. Bawa atau krenteg adalah gerak-gerik batin. Solah dan bawa tampak seolah tidak terpisah, namun keduanya tergantung rasa. Solah merupakan rahsaning karep (nafsu/jasad), sedangkan bawa merupakan kareping rahsa (pancaran Zat sebagai rasa sejati). Keduanya dapat berjalan sendiri-sendiri. Namun demikian idealnya adalah Solah harus mengikuti Bawa. Katingal tunggal ; tampak satu. Menggambarkan zat pramana (mata batin), dengan sifatnya yakni netra (mata wadag) tidaklah berbeda. Artinya, penglihatan mata wadag dipengaruhi oleh mata batin. Medhal katingal ; Menggambarkan keluarnya sifat hakekat (Tuhan) ke dalam zat sifat (makhluk), yakni ditandai dengan ucapan lisan menimbulkan suara. Katingal amedhalaken ; menggambarkan keluarnya nafas. Sedangkan kenyataannya menghirup atau memasukkan udara, yang seolah-olah mengeluarkan. Menawi pejah mboten kenging risak ; bila mati tidak boleh rusak. Ibarat sukma dengan raga. Bila raga rusak, sukmanya tetap abadi. Dalam terminologi Islam disebut alif muttakallimun wakhid. Sifat yang berbicara sepatah tanpa lisan. Berupa kesejatian yang berada dalam sukma, yakni roh kita sendiri. Menawi karisak mboten saget pejah ; bila dirusak tidak bisa mati. Perumpamaan untuk hubungan nafsu dan rasa. Walaupun nafsu dapat kita dikendalikan, namun rasa secara alamiah tidak dapat disirnakan. Karena rasa dalam cipta masih terasa, terletak dalam rahsa/sirr kita pribadi. Berhasil menahan nafsu dapat diukur dari perbuatannya; raganya tidak melakukan pemenuhan nafsu, tetapi rasa ingin memenuhi kenikmatan jasad tetap masih ada di dalam hati. Saloka ini untuk memberi warning agar kita waspadha dalam “berjihad” melawan nafsu diri pribadi. Karena kesucian sejati baru dapat diraih apabila keingingan jasad (rahsaning karep) sudah sirna berganti keinginan rahsa sejati (kareping rahsa). Sukalila tega ing pejah ; sukarela dan tega untuk mati. Menggambarkan orang mau mati, dengan menjalani tiga perkara; pertama, sikap senang seperti merasa akan mendapat kegembiraan di alam kasampurnan. Kedua, rela untuk meninggalkan semua harta bendanya dan barang berharga. Ketiga, setelah tega meninggalkan semua yang dicinta, disayang dan segala yang memuaskan nafsu dan keinginan, semuanya ditinggal. Mati di sini berarti secara lugas maupun arti kiasan. Orang yang berhasil meredam hawa nafsu dan meraih kesucian sejati hakekatnya orang hidup dalam kematian. Sebaliknya orang yang selalu diperbudak nafsu hakekatnya orang yang sudah mati dalam hidupnya. Yakni kematian nur atau cahaya sejati. Semua yang disebut; besar, luas, tinggi, panjang, lebih, ialah bahasa yang digunakan untuk mengumpamakan keadaan Tuhan. Sebaliknya, semua yang disebut kecil, sempit, rendah, pendek, kurang, dan seterusnya ialah bahasa yang dugunakan untuk menggambarkan “sifat” yakni wujudnya kawula (manusia). Gambaran menyeluruh namun ringkas mengenai keadaan Zat-sifat (kawula-Gusti) sebagaimana “cangkriman” berikut ini; “bothok banteng winungkus ing godhong asem kabiting alu bengkong” Bothok : sejenis pepesan untuk lauk, terdiri dari parutan kelapa, bumbu-bumbu, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Bothok berbeda dengan pepes atau pelas, cirikhasnya ada rasa pedas. Campurannya menentukan nama bothok, misalnya campur ikan teri, menjadi bothok teri. Lamtoro, menjadi bothok lamtoro. Udang, menjadi bothok udang. Adonan bothok lalu dibungkus dengan daun pisang. Dan digunakan potongan lidi sebagai pengunci lipatan daun pembungkus. Nah, dalam pribahasa ini bahan untuk membuat bothok adalah hewan banteng. Sehingga namanya menjadi bothok banteng. Dibungkus dengan daun asem jawa, yang sangat kecil/sempit. Sedangkan tusuk penguncinya menggunakan alu semacam lingga terbuat dari kayu sebagai alat tumbuk padi. Alu itu panjang dan lurus, namun alu di sini bengkok. Jadi mana mungkin digunakan sebagai bothok. Cangkriman di atas adalah pribahasa yang menggambarkan keadaan yang tampak mustahil jika dipahami hanya menggunakan akal budi saja. Bothok banteng maknanya adalah menggambarkan adanya Zat, yang tidak lain adalah kehidupan kita pribadi. Godhong asem ; menggambarkan keadaan “sifat” yakni sebagai bingkai kehidupan kita, kenyataan dari beragamnya manusia. Alu bengkong, menggambarkan afngal semua, yakni pekerti hidup kita. Singkatnya, berdirinya hidup kita ini asisinglon warna kita, tampak dari solah dan bawa. Selain makna di atas, bothok banteng diartikan pula sebagai air mani. Godhong asem, adalah kiasan untuk per-empu-an. Alu bengkong adalah kiasan untuk purusa, yakni kemaluan laki-laki.

Batman Begins - Help Select